stats online Ki Hadjar Dewantara Tekankan Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak | PKBM HIKMAH - CIAMIS
0812-2498-3501 admin@pkbmhikmah.com

Ki Hadjar Dewantara Tekankan Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak

PKBM HIKMAH – Pentingnya peran orang tua dalam keberhasilan pendidikan anak sejatinya sudah disadari oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara. Menurut pemiliki nama asli Raden Mas Suwardi Suryaningrat itu, keluarga, terutama orang tua, sangat berperan dalam pembentukan karakter anak. Sebab, menurut Ki Hajar, di keluarga lah, seorang anak pertama kali dididik oleh orang tuanya.

Dalam Bukunya Ki Hadjar menulis, Pertama, orang tua bertindak sebagai penuntun. Dalam peran ini, orang tua adalah pendidik yang senantiasa berusaha sebaik mungkin untuk kemajuan anak-anaknya. Bahkan, secara ekstrim,  digambarkan, akan berusaha menutupi kejahatannya agar tidak ketahuan dan ditiru oleh anak-anaknya.

Kedua, sebagai pengajar, orang tua dapat bertindak sebagai pengajar bila memiliki pengetahuan. Ki Hadjar membedakan istilah pengajaran dan pendidikan dalam keluarga. Pengajaran harus dilakukan oleh kaum pengajar yang mendapat didikan khusus. Dalam hal pengajaran, peran orang tua adalah penyokong peran yang dilakukan pengajar. Tetapi, dalam hal pendidikan, justru peran orang tua lah yang dominan, sedangkan peran pengajar adalah sebagai penyokong apa yang dilakukan orang tua.

Ketiga, orang tua sebagai pemimpin pekerjaan  atau pemberi contoh. Dalam hal ini orang tua dan guru pengajar memiliki kedudukan yang sama. Bisa saja seorang guru lebih cakap dalam memberi contoh atau teladan dan sebaliknya. Perlu dipahami bahwa teladan adalah tenaga yang bermanfaat untuk pendidikan. Kewajiban keluarga lah untuk bisa memberi keteladanan.

Menurut Ki Hadjar juga, berbeda dengan konsep pendidikan di sekolah yang menerapkan spesialisasi, di dalam keluarga, anak-anak mengalami dan mempraktekkan macam-macam tenaga yang amat banyak manfaatnya bagi pendidikan budi pekerti, seperti giat, tahan, berani, cerdik, awas, sadar sejuk-hati, tenang-fikiran, berperasaan, estetis, dan sebagainya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa alam keluarga itu bukannya pusat pendidikan individu saja akan tetapi juga suatu pusat untuk melalukan pendidikan sosial.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LINK INTERNAL

 

 

 

 

 

 

 

 

LINK EKSTERNAL